Sejarah Negeri

Titawaai dalam bahasa tanah disebut Titajawae yang artinya Langar Air atau Melalui Air. Telah dijelaskan bahwa selama Negeri ini terdapat di Seram Barat dekat Negeri Ahiollo. Mereka berpindah ke Pulau Nusalaut melalui air Tala. Itulah sebabnya diberi nama demikian. Selama berada di gunung (Negeri Lama) yang namanya adalah Amauna. Ama dari kata Aman artinya Negeri dan Una artinya Persekutuan. Jadi Amauna artinya Negeri Persekutuan. Disamping itu sebagai nama kehormatan atau menurut istilah rakyat Teon Negeri dipergunakan nama LESINUSA AMALATU, Lesi artinya Lebih Nusa artinya Pulau Ama artinya Negeri yang diperintah oleh Raja yang kekuasaannya lebih besar dari Negeri-Negeri yang ada di dalam Pulau Nusalaut. Sebelum berada di Negeri Lama yaitu Amauna mereka terdiri dari dua Ama dan dua Hena. Dua Ama adalah Amauna dan Amanohutail sedangakan Dua Hena adalah Henakahu dan Henariri. Ama dari kata Aman artinya Negeri dan Una artinya Persekutuan.

Jadi Amauna artinya Negeri Persekutuan. Amanohutail terdiri dari kata Amano artinya Negeri dan Hutai artinya Kotoran jadi Amanohutal artinya Negeri yang banyak Kotor, karena letaknya kurang teratur. Henakahu terdiri dari kata Hena artinya Negeri dan Kahu artinya Merah jadi Hena Kahu artinya Negeri Tanah Merah. Henariri terdiri dari kata Hena artinya Negeri dan Riri artinya yang dikawal jadi Henariri artinya Negeri yang dikawal.
a. Henakahu dipimpin oleh marga Pattikayhatu sebagai Kepala Soa Hitiyahu;
b. Amohutal dipimpin oleh marga Hitijahubessy sebagai Kepala Soa Peleria;
c. Henariri dipimpin oleh marga Wattimury sebagai Kepala Soa Rusi;

Amauna di Perintah oleh Raja Latu Motihu dan saat itu Dia diangap sebagai seorang keturunan Dewa karena Dia tidak mempunyai Ibu dan Ayah. Lahirya secara ajaib karena Dia didapati pada Pucuk Bunga Pohon Kelapa Merah. Kemudian dimasa Pemerintahan VOC (Belanda) Dia dilantik menjadi Raja atas Negeri Amauna dengan Gelar Niwe Latu Erenst Singa Laut Van Latumotihu dan juga Dia ditunjuk sebagai pimpinan Utama dalam musyawarah-musyawarah di Pulau Nusalaut dengan Tua-Tua Adat ketujuh Negeri, sehingga Dia mendapat julukan Samaela Hehanussa yang artinya Juru Bagi atau Pembagi yang Utama.

Hehanussa artinya Dukung Pulau dan Hehanussa juga dipergunakan oleh anak cucu sebagai nama matarumah mereka sampai pada saat ini sejak itu juga berlangsung dinasti Hehanussa kemudian Kapitang yang diangkat oleh Latumotihu pada saat itu adalah Kapitan Loloho untuk  berperan melawan Negeri Mulaa. diKemudian hari karena Raja Nicolas Erens Hehanussa termasuk salah satu tokoh pimpinan dalam revolusi 1817 dibawah pimpinan Thomas Matulessy, maka tampuk kepemimpinan dari Rumah Latu Hehanussa pindah ketangan Josias Jacob Hitijahubessy, maka sejak itulah Mata Rumah Hitijahubessy bertindak sebagai Rumah Latu hingga saat ini. Dengan demikian proses turun ke pesisir yang merupakan satu revolusi sosial dalam masyarakat Adat di Pulau Nusalaut zaman itu telah berlangsung sekitar permulaan periode berkuasanya Belanda (VOC) kurang lebih Tahun 1605-1625.

Proses Pemerintahan Hena dan Ama ada pejabat yang bertugas untuk melinddungi daerah masing-masing baik Laut maupun Darat disebut Dewan Kewanno. Matarumah yang bertindak saat itu sebagai Kewanno adalah Mata Rumah Tulalessy. Mereka bersatu dan membangun Negeri di Pesisir dengan  membangun Gereja bernama Kanesa dan Baileu bernama Lou Hitu Palemahu dan di depan Baileu ada dua buah batu yang bernama Hau Malawano dan Hau Tihuwaro. Demikian juga proses Pemerintahan di Negeri Lasinusa Amalatu yang dijalankan selama ini secara baik dan diperkirakan pada masa pemerintahan Raja Nicolas Alparis Hitijahubessy mengangkat Marga Tomasoa sebagai Kepala Soa Tamalene, sehingga Negeri Lesinusa Amalatu memiliki empat Soa.

Geografis dan Batas Wilayah

Negeri Titawaai terletak di Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Wilayah kami memiliki topografi yang bervariasi, dari pesisir hingga perbukitan.

Batas-batas wilayah Negeri Titawaai adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: Berbatasan dengan Negeri Leinitu
  • Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Laut Banda
  • Sebelah Barat: Berbatasan dengan Laut Banda
  • Sebelah Timur: Berbatasan dengan Laut Banda

Negeri Titawaai diberkahi dengan keunikan geografis, contoh: sumber daya alam melimpah, pantai yang indah, atau udara pegunungan yang sejuk, menjadikannya tempat yang strategis dan nyaman untuk ditinggali.

Visi & Misi Negeri Titawaai

“Visi Negeri Titawaai: Terwujudnya Negeri Titawaai yang Mandiri, Sejahtera, Berbudaya, dan Agamis Berlandaskan Gotong Royong”

  • Misi 1: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
  • Misi 2: Mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.
  • Misi 3: Membangun infrastruktur desa yang memadai dan berkelanjutan.
  • Misi 4: Melestarikan adat dan budaya lokal serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan.
  • Misi 5: Mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Surga Dunia Bawah Laut Negeri Titawaai

Negeri Titawaai memiliki [deskripsi singkat, contoh: pantai-pantai indah dengan pasir putih, air terjun yang asri, atau pemandangan perbukitan hijau] yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.